Perhatian: Sebagian besar dari kisah ini diadaptasi dari kejadian sebenarnya. Nama-nama tokoh dan lokasi yang ada di cerita ini sudah disamarkan. Jika ada kesamaan nama dan lokasi bukan unsur kesengajaan. Sinar matahari pagi itu sangat hangat. Menembus pori-pori kulitku yang semakin halus dan putih. Ku putuskan untuk pergi berjalan-jalan di sekitar rumah pagi itu, untuk lebih menikmati karunia Tuhan ini. Ku ganti baju tidurku, ku ambil pakaian olahraga di dalam lemari pakaian. Tak lupa, jilbab segi empat favoritku yang berwarna biru, senada dengan baju olahraga yang kupakai kali ini. Ku poles sedikit lipstik di bibir warna peach, supaya tidak terlihat pucat. Aku pun pamit kepada kedua orang tuaku yang sedang asyik menyeruput teh hangat sembari menonton tv. “Pa, ma, aku jogging sebentar di deket rumah ya. Assalammu’alaikum,” pamitku. “Iya nduk , hati-hati ya. Wa’alaikumsalam,” pesan mamaku. Aku pun langsung pergi menikmati sinar pagi yang menyehatkan itu. Namaku ...